DENPASAR– Ancaman penyelundupan barang ilegal lewat jalur laut dan modus baru pita cukai palsu jadi pemantik pertemuan penting Kapolresta Denpasar dan Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Selasa 5 Mei 2026.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H. menggelar silaturahmi strategis dengan Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan, di Hotel Puri Santrian. Pertemuan ini memperkokoh sinergi dua institusi garda terdepan penjaga pintu masuk Bali.

Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan, membongkar modus licik yang kini marak: pelepasan pita cukai asli dari rokok legal, lalu dijual murah ke oknum untuk ditempel di rokok ilegal. “Ini merugikan negara dan meracuni masyarakat. Kami butuh _back up_ Polri untuk sikat jaringannya sampai akar, ” tegas Wawan.

Tak hanya darat, ancaman dari laut juga diantisipasi. Rencana operasional _fast boat_ rute Banyuwangi–Denpasar dan maraknya _yacht_ tanpa dokumen jadi atensi khusus. Jalur ini rawan dimanfaatkan sindikat untuk menyelundupkan narkoba hingga barang ilegal lainnya.
Menjawab itu, Kapolresta Denpasar menyatakan perang. “Polresta Denpasar _all out_ dukung Bea Cukai. Untuk pemalsuan pita cukai, sudah saya perintahkan Kasat Reskrim lewat Unit Tipiter untuk buru pelakunya. Untuk jalur laut, kami kunci rapat pengawasan di semua pelabuhan, ” tegas Kombes Leo Simatupang.
Kapolresta menambahkan, atensi khusus diberikan pada kapal _yacht_ yang beroperasi gelap. “Banyak yang tanpa dokumen. Ini celah besar untuk selundupkan narkoba dan barang ilegal. Kami siap _backup_ penuh, termasuk sarana-prasarana, agar Bali tetap bersih, ” ujarnya.
Sinergi Polresta Denpasar dan Bea Cukai Ngurah Rai ini menjadi benteng kokoh penjaga Bali. Kolaborasi taktis di lapangan akan terus diperkuat demi memastikan Pulau Dewata steril dari segala bentuk kejahatan lintas batas.
“Tidak ada tempat untuk mafia penyelundup di Bali. Kami sikat, ” tutup Kapolresta.
--


















































