Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi banjir rob di beberapa wilayah pesisir di Pulau Bali diperkirakan terjadi pada 23-25 Maret 2026.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho mengatakan adanya fenomena Fase Perigee pada tanggal 22 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di beberapa wilayah Pesisir Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," kata Cahyo dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3).
Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat waspada dampak dari Pasang Maksimum air laut.
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG Wilayah III," ujarnya.
Berikut daftar daerah berpotensi banjir rob akibat peningkatan ketinggian air laut maksimum:
1.Pesisir Selatan Jembrana
2.Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan
3.Pesisir Kabupaten Badung
4.Pesisir Kota Denpasar
5. Pesisir Kabupaten Gianyar
6.Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.
(kdf/wis)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
5

















































