Banjir Rob Rendam Rumah hingga Pertokoan di Tanjungpinang Kepri

1 day ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir rob atau pesisir merendam sejumlah pusat pertokoan, ruas jalan, hingga rumah warga di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya yang terletak di kawasan pesisir.

Banjir yang dipicu air laut itu naik ke permukaan itu, di antaranya merendam toko-toko sembako di Pelantar II Tanjungpinang hingga setinggi betis orang dewasa dan mengakibatkan sejumlah barang milik pedagang tergenang air asin.

"Banjir rob sudah terjadi sejak awak Januari 2026, tapi hari ini kondisi air lebih tinggi, karena merembet ke dalam toko," kata Yohan, seorang pedang sembako di Pelantar II, mengutip Antara, Rabu (7/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, banjir rob juga merendam rumah warga di Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, yang mencapai ketinggian betis orang dewasa.

Seorang warga sekitar Jufri menyebut air laut mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB. Ia bersama istri terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari terendam air laut.

Sementara sejumlah anak-anak di Sei Jang memanfaatkan banjir rob sebagai wahana hiburan atau berenang gratis di ruas jalan dan halaman rumah mereka yang tergenang air.

"Banjir rob sudah jadi langganan kami setiap tahunnya, karena posisi yang dekat dengan laut," ucap Jufri.

Kondisi rob turut meluas di wilayah pesisir Kelurahan Kampung Bugis. Sejumlah rumah warga terendam banjir, mulai dari halaman rumah, dapur, sampai ruang tamu. Banjir turut merendam di kawasan Senggarang hingga siang hari.

Seorang warga Kampung Bugis, Rio mengaku jauh-jauh hari sudah mengantisipasi banjir rob dengan memasang tanggul atau tembok penghalang yang lebih tinggi di bagian pintu rumah guna mencegah air masuk.

"Fenomena banjir rob terjadi setiap tahun. Selain pasrah, tentu kita juga perlu antisipasi jangan sampai barang-barang berharga terendam air laut," ucap Rio.

Sementara Kepala BPBD Tanjungpinang Muhammad Yamin mengimbau masyarakat pesisir lebih waspada terhadap banjir rob guna mencegah hal-hal yang tidak inginkan terjadi.

Warga diimbau menyelamatkan barang-barang berharga, serta mematikan jaringan listrik yang berada di lantai atau terjangkau air.

"BPBD siap siaga menerima laporan warga yang membutuhkan pertolongan dampak dari banjir rob," ucap Yamin.

Secara terpisah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir rob melanda kawasan pesisir di Tanjungpinang sejak tanggal 1 sampai 8 Januari 2026.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi menjelaskan banjir rob merupakan fenomena kenaikan muka air laut yang mengenangi wilayah pesisir, terutama daerah dengan elevasi rendah.

Fenomena ini dipicu oleh fase Perigee dan bulan purnama yang terjadi secara bersamaan pada awal Januari.

"Peringatan dini banjir rob sudah kami sampaikan sejak jauh-jauh hari agar masyarakat maupun pemerintah lebih waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi penanganan banjir tersebut," ucap Robbi.

(tim/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |