Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan pihaknya telah menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau program sembako Triwulan ke-III periode Juli-September 2026.
"Penyaluran bantuan sosial kita di triwulan ketiga, sampai sekarang terus berproses, sudah lebih dari 7 juta (KPM) yang disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta (KPM) untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (5/8) pekan lalu dikutip dari laman Kemensos.
Gus Ipul menyampaikan penyaluran bansos tersebut berdasarkan pada data yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang selalu dinamis, dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali, serta hasilnya diserahkan ke Kemensos setiap tanggal 10 pada bulan salur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul menerangkan terdapat beberapa alasan KPM yang bansosnya dialihkan, selain faktor demografi seperti kematian juga ada faktor perubahan desil.
Selain itu, terdapat pula KPM yang ditangguhkan karena teridentifikasi transaksi judi online (judol) berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Daftar kriteria desil
Untuk pemberian bansos, pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4. Pengelompokan desil dalam penyaluran Bansos menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara berjenjang dari kelompok paling rentan hingga kelompok paling mapan.
Ada 10 kriteria desil yang ditetapkan pemerintah. Berikut rinciannya:
Desil 1: Kelompok sangat miskin atau 10 persen miskin
Desil 2: Kelompok miskin
Desil 3: Kelompok hampir miskin
Desil 4: Kelompok rentan miskin
Desil 5: Kelompok menengah bawah yang relatif stabil
Desil 6: Kelompok menengah
Desil 7: Kelompok menengah atas
Desil 8: Kelompok mapan
Desil 9: Kelompok kaya
Desil 10: Kelompok sangat kaya
Cara cek kriteria desil via ponsel
Selain itu, warga bisa mengecek langsung kriteria desil tanpa harus mendatangi kantor pemerintah seperti kelurahan ataupun dinas sosial.
Warga bisa cek status desll dan kepesertaan bantuan sosial (bansos) secara mandiri lewat layanan resmi Kemensos maupun pemerintah daerah via ponsel (hp) berperamban atau situs resmi layanan terkait.
Caranya adalah, memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 16 digit sesuai e-KTP melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Masukkan kode huruf spesial atau captcha sebanyak empat huruf yang tersedia, lalu klik tombol Cari Data.
Update penyaluran bansos triwulan III
Gus Ipul menyampaikan update data KPM Bansos triwulan III. Untuk bansos sembako terdapat 15.215.415 KPM dari triwulan II yang lanjut ke triwulan III, dan sebanyak 3.043.419 KPM bansosnya dialihkan. Sehingga total terdapat 18.258.834 KPM penerima bansos sembako.
Kemudian, untuk Bansos PKH terdapat 8.359.853 dari triwulan II yang lanjut ke triwulan III, dan se
Mengutip dari Antara, Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program bantuan sosial pemerintah.
"Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencakup berbagai indikator sosial ekonomi masyarakat," demikian keterangan Kemensos.
Dalam sistem DTSEN, terdapat 10 kelompok desil yang masing-masing berisi 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 menunjukkan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
(kid/wis)

7 hours ago
4
















































