Jakarta, CNN Indonesia --
Empat personel Brimob ditangkap setelah diduga menembak seorang warga sipil di area tambang ilegal, Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
"Iya betul, empat anggota Brimob tersebut sudah diamankan," kata Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abd. Hakim dalam keterangannya, Jumat (9/1).
Insiden penembakan tersebut terjadi pada Kamis (08/01) pukul 11:00 WITA di lokasi tambang ilegal di sekitar Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana. Penembakan bermula ketika sejumlah orang yang diduga sebagai personel Brimob datang ke lokasi tambang dan memberikan peringatan untuk menghentikan aktivitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga penembakan tersebut melibatkan empat anggota Brimob yang diduga berdinas pada Brimob resimen dua yang melaksanakan BKO di Sultra. Situasi kemudian menjadi tidak terkendali dikarenakan terjadi adu mulut antara masyarakat dengan personel Brimob tersebut hingga terjadi tembakan," ungkapnya.
Akibat penembakan tersebut, kata Hakim satu orang warga dilaporkan terkena tembakan, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban dalam insiden ini mengalami satu luka tembak pada punggung kaki sebelah kiri dan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tanduale Kabupaten Bombana," ucap Hakim.
Kemudian empat anggota Brimob tersebut diamankan dan akan dijemput oleh personel Propam Polda Sultra untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Untuk proses penyelidikan kasus ini telah di ambil alih oleh Polda Sultra dan akan dilaksanakan secara objektif dan transparan. Semua proses akan dilakukan sesuai aturan untuk menjaga keadilan bagi semua pihak," jelasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, agar proses penyelidikan dapat berjalan lancar.
(mir/kid)

17 hours ago
1

















































