Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat daya saing nasional. Langkah ini sangat diperlukan untuk mempercepat realisasi berbagai program prioritas serta memperkokoh daya saing bangsa di kancah internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang mengangkat tema 'Sinergi Daerah dalam Menjawab Tantangan dengan Fokus pada Percepatan Penurunan Pengangguran, Kemiskinan, dan Stunting, Pengendalian Inflasi, serta Penguatan Skema Pembiayaan Kreatif' di Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5).
Dalam paparannya, Bima menyoroti kompleksitas tantangan yang kini dihadapi para kepala daerah. Tantangan itu bukan sekadar persoalan lokal, melainkan turut dipengaruhi dinamika global dan arah kebijakan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan global seperti fluktuasi harga energi dan inflasi menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi daerah. Di saat yang sama, kepala daerah juga dituntut mengeksekusi program prioritas nasional sambil memenuhi janji politik dan pelayanan dasar kepada masyarakat.
"Saat ini sebagai orang yang pernah mengalami masa-masa yang tidak mudah memimpin daerah, saya sangat memahami suasana kebatinan betapa tidak mudahnya jadi kepala daerah, bupati, wali kota atau gubernur," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).
Kondisi tersebut, menurut Bima, menuntut kepala daerah memiliki kapasitas adaptif sekaligus kemampuan eksekusi yang kuat. Tidak cukup hanya memahami persoalan, tetapi juga harus mampu bertindak cepat dan tepat.
Dirinya pun menekankan pentingnya penerapan konsep statecraft dalam tata kelola pemerintahan modern. Konsep ini mencakup kemampuan berpikir strategis, keterampilan implementasi, serta integritas yang dapat dipercaya publik.
"Cara baru mengelola negara yang memerlukan para pemimpin yang andal, terampil, dan cerdas," tegas dia.
Bima juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor yang lebih fleksibel dan responsif. Pengendalian inflasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta optimalisasi pembiayaan pembangunan melalui skema kreatif menjadi fokus yang perlu segera diakselerasi.
Skema pembiayaan kreatif dinilai penting untuk mengisi celah keterbatasan anggaran daerah. Sementara inovasi dalam pembiayaan pembangunan diyakini dapat membuka peluang baru yang selama ini belum dimaksimalkan.
Bima berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi dan koordinasi formal semata. Ia mendorong agar forum menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
(rir)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4















































