Kemenag Setop Penerimaan Santri di Ponpes Pati Buntut Kasus Pencabulan

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Agama (Kemenag) mengambil tiga langkah terkait kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pengasuh sekaligus pendiri pondok pesantren (ponpes) di Pati, Jawa Tengah, terhadap puluhan santriwati.

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah menghentikan sementara pendaftaran santri baru.

Kasus pelecehan seksual di pesantren itu mencuat bertepatan dengan proses penerimaan santri baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, Kemenag segera menghentikan seluruh proses penerimaan santri baru agar pihak pesantren bisa fokus pada penanganan kasus.

"Kami sudah bersurat ke Kanwil Kemenag Jawa Tengah, minta dilakukan penghentian sementara pendaftaran santri baru pada pesantren Ndolo Kusumo sampai seluruh permasalahan selesai ditangani secara tuntas dan terdapat kepastian bahwa sistem pengasuhan, perlindungan anak, serta tata kelola kelembagaan telah memenuhi standar yang ditetapkan," kata Basnang dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).

Kedua, memfasilitasi pemindahan para santri pada sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pati. Ia mengatakan kelanjutan pendidikan para santri di pesantren itu menjadi fokus Kemenag.

"Kita segera pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati," kata Basnang.

Santri di pesantren itu berjumlah 252 anak. Sebanyak empat santri masih belajar di tingkat Raudlatul Athfal.

Ada 89 sembilan santri tingkat Madrasah Ibtitadiyah dan 30 anak di antaranya kelas 6 dan sudah mengikuti ujian dari 4 - 12 April.

Selain itu, ada 91 santri yang belajar di Madrasah Tsanawiyah, 50 santri di Madrasah Aliyah, dan 8 santri tidak sekolah atau hanya mondok. Mereka semua tinggal atau mukim di pesantren.

"Seluruh santri Ndolo Kusumo yang mukim di pesantren, sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026," kata Basnang.

Selanjutnya, kata Basnang, Kementerian Agama Kabupatan Pati akan memfasilitasi proses kepindahan sekolah para santri.

Kemenag sudah mengindentifikasi dan merekomendasikan sejumlah lembaga, baik pesantren, sekolah, atau madrasah.

Ada enam lembaga pendidikan yang akan menjadi tujuan kepindahan para santri.

Di antaranya, MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, Gembong, Kab. Pati; MI Matholiun Najah Tlogosari, Tlogowungu, Kab. Pati; SMP Al-Akrom Banyuurip, Margorejo, Kab. Pati; MA Al-Akrom Banyuurip, Margorejo, Kab. Pati; MA Assalafiyah Lahar, Gembong, Kab. Pati; dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil, Kab. Pati.

Ketiga, Kemenag mendukung proses penegakan hukum.

"Kami minta terduga pelaku tindak kekerasan seksual di pesantren Ndolo Kusumo diproses hukum. Kami tidak mentoleransi setiap tindak kekerasan seksual, apalagi di lembaga pendidikan keagamaan," kata Basnang.

"Sebelumnya, AS yang merupakan pendiri pesantren di Pati itu harus berurusan dengan hukum setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan puluhan santriwati.

AS diketahui mendirikan ponpes yang berlokasi di Kecamatan Tlogowungu, Pati itu pada 2021. Ponpes tersebut saat ini tercatat memiliki 252 santri, di mana 112 dia antaranya adalah santriwati.

Kasus dugaan pelecehan itu terungkap setelah ada korban yang telah lulus buka suara atas perlakuan tak senonoh dari tersangka. Laporan itu dilayangkan korban ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati pada September 2024.

Kasus itu juga telah dilaporkan ke pihak berwajib. Namun, selang setahun lebih tidak ada perkembangan terkait proses hukum atas perkara tersebut.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hartono menyebut baru Senin (27/4) akhirnya ada olah tempat kejadian perkara dari kepolisian. Ada 4 titik yang menjadi lokasi olah tempat kejadian perkara seperti asrama putri, ruang pembelajaran, dan ruang kiai ada dua tempat.

"Ada empat lokasi olah tempat kejadian perkara, di lokasi asrama putri, pembelajaran, ruang kiai ada dua tempat," ujarnya.

Buntut kasus itu, sejumlah warga dan korban sempat berdemonstrasi di depan ponpes tersebut pada Sabtu (2/5).

(fra/yoa/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |