Jakarta, CNN Indonesia --
Perumda Pembangunan Sarana Jaya bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyepakati rencana optimalisasi aset melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Kantor Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (8/7).
Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antar BUMD Provinsi DKI Jakarta, dengan implementasi antara lain berupa penjajakan berbagai peluang pemanfaatan aset yang dimiliki Sarana Jaya. Nantinya, hasil penjajakan akan menjadi dasar penyusunan kerja sama yang lebih rinci sesuai dengan kebutuhan, kelayakan bisnis, serta ketentuan yang berlaku.
Kedua belah pihak akan melakukan pertukaran informasi, kajian, serta identifikasi potensi kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan asas saling menguntungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, menyampaikan bahwa kolaborasi antar BUMD merupakan salah satu strategi penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah secara produktif dan berkelanjutan.
"Sinergi antar BUMD menjadi fondasi penting dalam menghadirkan nilai tambah bagi aset daerah. Melalui Nota Kesepahaman ini, kami berharap dapat membuka berbagai peluang kerja sama yang saling memberikan manfaat, sekaligus mendukung peningkatan pelayanan publik dan pembangunan Jakarta yang berkelanjutan," ujar Bernard Yohanes.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menyebutkan bahwa kolaborasi lintas BUMD menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi dan pengembangan kawasan yang semakin terintegrasi.
"Kolaborasi antar BUMD merupakan langkah strategis dalam menghadirkan layanan publik yang semakin terhubung dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Melalui Nota Kesepahaman ini, kami berharap sinergi antara Transjakarta dan Sarana Jaya dapat mendukung pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik, sekaligus mendorong terciptanya pembangunan Jakarta yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar Welfizon Yuza.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi kedua perusahaan, serta memberikan manfaat luas bagi warga DKI. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bernard Yohanes, dan Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Mayangsari Dian Irwantari, dengan disaksikan Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) DKI Jakarta.
Melalui kolaborasi ini, Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus memperkuat perannya sebagai BUMD pengembang yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada penciptaan nilai, yang konsisten mendukung perwujudan Jakarta sebagai kota global melalui pembangunan yang berkelanjutan.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
4















































