Said Abdullah Dorong KSSK Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong pemerintah dan otoritas sektor keuangan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Said, tekanan terhadap rupiah saat ini tidak semata-mata dipengaruhi faktor fundamental ekonomi. Ia menilai persepsi investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional juga turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan.

"Pelemahan rupiah hari ini menyentuh batas level psikologis. Persoalannya ini bukan sekadar fundamental ekonomi saja, karena dari sisi nilai rupiah sudah undervalue. Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600," ujar Said di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (4/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Karena itu, Said meminta forum KSSK dapat dioptimalkan sebagai wadah koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

"Maka saya sungguh berharap sejak awal ada sinergi bauran fiskal dan moneter dalam forum KSSK, Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Manfaatkan itu sebaik-baiknya sambil mulai membenahi tata kelola kita di kebijakan fiskal," katanya.

Said menegaskan upaya menjaga stabilitas nilai tukar tidak dapat hanya mengandalkan langkah-langkah Bank Indonesia. Menurutnya, koordinasi seluruh anggota KSSK diperlukan untuk memberikan keyakinan kepada pelaku usaha dan investor bahwa pemerintah memiliki langkah yang terukur dalam menghadapi tekanan terhadap rupiah.

"Kita berharap kepada para pelaku usaha dan investor bahwa kami akan membangun optimisme dengan meminta pemerintah melakukan mitigasi terhadap terus-menerusnya pelemahan rupiah ini," ujarnya.

Di sisi lain, Said mengapresiasi berbagai langkah yang selama ini ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, kata dia, upaya tersebut perlu diperkuat dengan komunikasi kebijakan yang terintegrasi.

"Setahu saya, Bank Indonesia selalu melakukan triple intervention, baik SPOT maupun NDF dan DNDF. Cuma persoalannya kalau sinerginya tidak tercipta, pasar tidak mendapatkan itu maka persepsi yang kemudian bermain," jelasnya.

Lebih lanjut, Said mengingatkan bahwa persepsi pasar yang berkembang tanpa diimbangi keyakinan terhadap arah kebijakan ekonomi dapat memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan domestik.

"Investor tidak lagi melihat fundamental ekonomi kita, tetapi investor mengarahkan persepsinya. Itu yang akan memporak-porandakan fundamental kita," ujarnya.

Oleh karena itu, Banggar DPR mendorong KSSK terus memperkuat koordinasi lintas otoritas agar pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi sentimen negatif yang berkepanjangan dan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional tetap terjaga.

"Kalau tidak segera KSSK melakukan pembenahan dan penguatan terhadap pelemahan rupiah yang terus-menerus, maka persepsi pasar akan terus berkembang. Ini yang harus kita jaga bersama," kata Said.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |