Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral bersama para menteri kabinet dan kepala badan lembaga negara pada Selasa (28/4).
Rakor tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kementerian Dalam Negeri hingga Pertamina.
Dalam rapat tertutup itu, Sigit mengatakan salah satu pokok bahasan yakni terkait situasi dan eskalasi global serta dampaknya terhadap Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas isu-isu yang tentunya harus kami ikuti terkait dengan dampak eskalasi global yang tentunya juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri," ujarnya kepada wartawan, dikutip Rabu (29/4).
Sigit menyebut Rakor itu dilakukan untuk memastikan seluruh program kerja pemerintahan Prabowo-Gibran tetap berjalan lancar di tengah-tengah konflik global yang sedang terjadi.
"Tentunya ini menjadi penting dan strategis untuk kita bersama-sama menjaga apa yang saat ini sudah bisa dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia," tuturnya.
Ia menambahkan Polri dan seluruh stakeholder terkait berkomitmen penuh mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.
Oleh sebab itu, Sigit menyebut Polri bakal menyiapkan mitigasi terhadap segala bentuk dampak ataupun risiko yang terjadi akibat eskalasi global.
"Dengan gambaran yang kami peroleh, maka kita tentunya memiliki gambaran untuk kemudian melakukan mitigasi terhadap berbagai macam isu ke depan," tuturnya.
Terakhir, ia menekankan Korps Bhayangkara juga akan terus mengawal dan mempertahankan segala kebijakan yang dikeluarkan untuk kebaikan masyarakat Indonesia.
"Namun juga kita tetap terus waspada terhadap eskalasi yang ada sehingga kemudian seluruh capaian yang telah dilaksanakan, yang telah dijalankan oleh pemerintah ini terus bisa kita pertahankan," katanya.
(tfq/isn)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































