Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengutip salah satu ayat Al-Qur'an saat berpidato membahas kebangsaan di acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030.
Prabowo menyebut Surat Ar-Ra'd ayat 11 saat pidato di acara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2) itu.
"Kita ingat dengan Surat Ar-Ra'd ayat 11, Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Ar-Ra'd ayat 11 dalam aksara Latin berbunyi, "lahû mu'aqqibâtum mim baini yadaihi wa min khalfihî yaḫfadhûnahû min amrillâh, innallâha lâ yughayyiru mâ biqaumin ḫattâ yughayyirû mâ bi'anfusihim, wa idzâ arâdallâhu biqaumin sû'an fa lâ maradda lah, wa mâ lahum min dûnihî miw wâl."
Arti ayat tersebut dalam bahasa Indonesia adalah: "Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
Sebelum sampai ke pernyataan ayat tersebut, Prabowo sempat menggemakan semangat persatuan dan menjaga kekayaan bangsa.
Menurut dia, Tuhan telah memberi kekayaan alam yang melimpah tetapi bangsa ini masih menghadapi banyak kesulitan dan kelemahan. Dia lantas mengajak bangsa ini sama-sama bertekad menghilangkan kemiskinan dari Indonesia.
"Marilah kita bersatu. Kita harus menjaga republik ini, kita harus menjaga kekayaan bangsa kita, kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia Ini," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan terima kasih secara khusus kepada MUI karena telah mendukung pemerintahannya selama ini.
Dia juga menyampaikan harapan kepada MUI dan pengurus baru yang terpilih. Prabowo mengatakan semoga MUI terus mengabdi ke umat dan seluruh bangsa Indonesia.
"Semoga Majelis Ulama Indonesia yang baru terpilih meneruskan pengabdian kepada umat dan seluruh bangsa Indonesia," ungkap Prabowo.
Pada November 2025 lalu, MUI menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Munas tersebut menetapkan Anwar Iskandar yang merupakan petahana kembali memimpin MUI.
Ia terpilih melalui sistem musyawarah mufakat menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau sistem formatur. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Kediri, Jawa Timur itu telah menjabat sebagai Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar pada 2023.
Selain menetapkan Anwar menjadi ketum, Munas XI ini juga menetapkan Wakil Ketua Umum, yaitu M Cholil Nafis, Marsudi Syuhud, dan Anwar Abbas. Sementara untuk Sekretaris Umum kini dijabat Amirsyah Tambunan.
(isa/end)

2 hours ago
2
















































