Pelajar di Sikka NTT Tewas Tergantung di Pohon Pala, Diduga Bunuh Diri

3 hours ago 2

Sikka, CNN Indonesia --

Seorang pelajar berusia 13 tahun berinisial HKN meninggal dunia dalam kondisi tergantung di Pohon Pala di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 00.25 WITA.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun CNNIndonesia.com, peristiwa bermula pada Selasa (28/4) sekitar pukul 18.00 WITA, ketika nenek korban berinisial HH (71) tidak menemukan cucunya di rumah.

Pencarian telah dilakukan ke sejumlah kerabat, tetangga, hingga kebun di belakang rumah, namun korban belum ditemukan hingga larut malam. Pencarian sempat dihentikan dan warga kembali ke rumah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sekitar pukul 23.30 WITA, sang nenek yang merasa gelisah kembali berusaha mencari korban.

Tak disangka, sekitar 30 meter dari arah utara rumah, ia mendapati tubuh cucunya sudah tergantung di dahan pohon pala menggunakan tali nilon berukuran 6 milimeter.

Sang nenek berteriak memanggil warga sekitar, salah satunya PP (35) yang merupakan kerabat korban.

Saat tiba di lokasi, korban sudah tidak bernyawa dan air liur terlihat keluar dari mulutnya. Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi Sektor Kewapante.

Kanit SPKT II Polsek Kewapante beserta anggota dan Tim Inafis Polres Sikka segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pihak keluarga kemudian mengajukan surat pernyataan penolakan terhadap proses visum et repertum maupun autopsi jenazah.

Menurut keterangan saksi, korban diketahui kerap mengalami gangguan kesehatan berupa kerasukan dan sering berkeliling di sekitar kampung.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1Foto: Dok. CNNIndonesia
Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

Merespons kejadian ini dan tingginya angka kasus, Polres Sikka mengeluarkan imbauan sekaligus menyusun strategi penanganan khusus.

Angka bunuh diri di Kabupaten Sikka

Sepanjang periode 2020 hingga 2026 tercatat ada 15 kasus bunuh diri di wilayah tersebut, di mana empat di antaranya terjadi sepanjang tahun 2026 ini.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga semangat hidup dan menyadari bahwa mengakhiri hidup bukanlah solusi dari masalah yang dihadapi.

"Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya jika kita mau berusaha dan terbuka mencari bantuan," kata AKBP Bambang Supeno, Rabu,(29/4).

Dijelaskan Bambang, untuk mencegah kasus serupa terulang, kepolisian menerapkan tiga langkah strategis:

Pertama, Strategi Preemtif. Melalui Bhabinkamtibmas, polisi rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat serta memberikan ceramah di rumah ibadah guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan bahaya tindakan bunuh diri.

Kedua, Strategi Preventif. Polisi memperketat patroli di daerah yang dinilai rawan serta melakukan pendampingan di sekolah- sekolah.

Kerja sama juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan edukasi kesehatan mental bagi pelajar dan mahasiswa.

Ketiga, Kolaborasi dengan kampus dan masyarakat. Polisi mendorong lembaga pendidikan menyediakan layanan konseling yang memadai serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang deteksi dini gangguan kesehatan mental.

Polres Sikka mengingatkan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Dukungan sosial dan kepekaan lingkungan sekitar menjadi kunci utama untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang.

(lou/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |