Macet Parah di Lampu Merah Puri Kembangan Jakbar Imbas Banjir

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir yang menggenangi area simpang lampu merah di Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, mengakibatkan arus lalu lintas dari berbagai arah macet total.

Mengutip dari Antara, per pukul 11.00 WIB tadi arus lalu lintas dari Cengkareng menuju Kembangan maupun arah sebaliknya macet hingga padat merayap.

Banjir setinggi 60-80 sentimeter (cm) membuat sejumlah kendaraan tertahan di bawah kolong tol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ratusan sepeda motor yang nekat menerobos banjir berakhir mogok hingga menumpuk di pinggir Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng. Kondisi itu membuat arus lalu lintas Jalan Kembangan Raya dan Jalan Outer Ring Road macet parah.

Mengutip dari akun X Pemkot Jakbar, per pukul 12.04 WIB, petugas gabungan masih  melakukan penanganan banjir yang menggenangi kolong tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 kawasan Puri Kembangan, RW 01 Kelurahan Kembangan Selatan

Melansir dari Antara, kemacetan terpantau padat mulai pukul 09.00 WIB, ketika volume kendaraan meningkat di tengah kondisi jalan yang tergenang air luapan kali pascahujan deras kemarin.

Tak ayal klakson kendaraan saling bersahutan. Senggolan antarkendaraan dan adu mulut antarpengendara pun tak terhindarkan.

Hal itu diakibatkan banyak roda dua yang mencoba putar balik mencari jalur alternatif di tengah lalu lintas yang padat merayap.

Puluhan petugas gabungan dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat terlihat kewalahan mengatur lalu lintas.

"09.22 Saat ini masih terdapat genangan setinggi 10-15 cm di Sekitar Traffic Light Puri Kembangan Jakarta Barat, sementara masih bisa dilintasi oleh kendaraan, untuk arus lalu lintas terpantau cukup padat, Anggota Satlantas Jakarta Barat melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurai kepadatan lalu lintas," demikian dikutip dari akun X @TMCPoldaMetro.

[Gambas:Twitter]

Seorang kurir paket bernama Faqih mengaku terjebak macet dari arah Wali Kota Jakbar menuju Cengkareng.

"Udah setengah jam tadi dari belakang (menunjuk arah Wali Kota). Padat banget. Ini lagi mau antar paket ke Cengkareng, jadinya telat," kata Faqih yang tengah tertahan di kolong tol, lantaran ragu menerobos genangan banjir.

Faqih akhirnya terpaksa menerobos bersama ratusan kendaraan lainnya, usai diarahkan petugas kepolisian.

[Gambas:Twitter]

Ratusan kendaraan sepeda motor mogok usai menerobos genangan banjir di simpang lampu merah Puri Kembangan pada Selasa pagi tadi. Para pengemudi sepeda motor itu mengalami masalah setelah berupaya menerobos banjir dengan ketinggian mencapai 60-80 sentimeter (cm) pada pagi tadi.

Tak ayal, banyak kendaraan yang terhenti tepat di tengah banjir. Pengendara pun terpaksa mendorong sepeda motornya menuju area kering.

Petugas polisi, Dishub atau Sudin Sumber Daya Air juga terlihat ikut membantu pengendara yang terjebak di tengah genangan banjir, sekaligus memecah kemacetan.

Imbasnya, banyak kendaraan roda dua yang terhenti di pinggir Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng dan pinggir Jalan Kembangan Raya arah Kantor Wali Kota Jakbar.

Mereka menunggu hingga air keluar dari mesin sepeda motornya, sehingga bisa kembali dihidupkan kembali.

Seorang ojek online bernama Iqbal mengaku terjebak di kolong tol lantaran takut sepeda motornya rusak jika kemasukan air.

"Udah 20 menit-an tertahan di sini, enggak bisa terobos, takut juga," kata Iqbal di lokasi pagi tadi.

Rekayasa lalu lintas

Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas imbas banjir di kolong Ring Road Puri Kembangan, Jakarta Barat, yang memicu kemacetan parah di kawasan tersebut, Selasa.

Wakasat Lantas Polres Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menutup sementara akses kendaraan dari Tol Jakarta-Tangerang yang hendak menuju Ring Road Puri.

"Yang dari tol arah Jakarta-Tangerang menuju Ring Road kita tutup dulu supaya mengurangi kepadatan di lokasi banjir ini," kata Ilham di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, arus lalu lintas dari jalur lain masih terpantau normal meski bergerak lambat akibat efek antrean kendaraan di sekitar genangan.

Sebagai upaya penanganan, aparat gabungan berkekuatan sekitar 50 personel dikerahkan untuk mengatur lalu lintas sekaligus membantu penanganan banjir.

"Kami sudah berkoordinasi, ada sekitar 20 personel dari kami, dan total gabungan mungkin lebih dari 50 personel dari berbagai instansi," tutur Ilham.

Selain pengaturan lalu lintas, penanganan genangan juga dilakukan melalui penyedotan air oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat.

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |