Jemaah Haji Jawa Timur Ketahuan Bawa Magic Jar Hingga Rokok

6 hours ago 5

Surabaya, CNN Indonesia --

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, mengaku menyita sejumlah barang bawaan milik jemaah haji asal Jawa Timur yang dilarang dalam penerbangan.

Barang-barang yang disita tersebut mulai dari penanak nasi elektronik (magic jar) hingga beberapa slop rokok.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengatakan seluruh barang sitaan tersebut tidak akan dikembalikan kepada jemaah. Langkah tegas ini sengaja diambil sebagai komitmen untuk memberikan efek jera agar jemaah haji lebih patuh terhadap aturan barang bawaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini yang berharga enggak ada. Yang ada hanya gunting. Ya kemarin ada satu magic jar itu. Ya kalau magic jar kecil kan ya berapa sih harganya? Sudah, itu enggak boleh dibawa itu saja. Jadi yang berharga insyaallah tidak ada. Rokok pun berapa itu? Empat slop atau berapa gitu. Oleh karena itu ya memang sudah kita komitmen enggak akan kita kembalikan" kata Anam, Selasa (19/5).

Menurut Anam, kebijakan untuk tidak mengembalikan barang sitaan dalam dua tahun terakhir terbukti efektif.

Jumlah pelanggaran terkait barang bawaan jemaah haji pada tahun ini tercatat mengalami penurunan yang sangat signifikan dibanding musim-musim haji sebelumnya.

"Karena memang sudah dilarang itu. Sehingga menjadi pelajaran sehingga tahun ini sangat menurun karena dua tahun kita enggak mengembalikan terkait dengan sitaan itu," ucapnya.

Terkait rincian jenis dan jumlah barang yang disita dari jemaah pada kloter saat ini, pihak PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan bahwa mayoritas pelanggaran didominasi komoditas rokok yang melebihi batas ketentuan.

Selain itu ada juga beberapa barang elektronik.

"Yang sekarang, hanya empat itu empat slop rokok itu saja. Yang paling banyak itu. Lainnya itu magic jar satu. Itu aja. Power bank itu," katanya.

Menanggapi adanya informasi mengenai kabar penyitaan 100 slop rokok milik calon jemaah haji Indonesia setibanya di Arab Saudi, Anam mengaku belum bisa memberikan konfirmasi.

Pihaknya masih menunggu adanya pemberitahuan atau dokumen resmi dari otoritas Arab Saudi, apakah betul jemaah tersebut berasal dari Jatim atau bukan.

"Saya mengonfirmasi apakah benar [jemaah dari Jatim] apa tidak kita belum tahu. Yang kita harapkan ada notice dari sana sehingga timbal balik atas berita itu dan kesungguhan kita untuk menindak lanjuti ini berdasarkan sebuah notice bukan atas sebuah berita," ucapnya.

"Artinya bukan kita enggak percaya dengan berita tetapi aspek administrasi kan harus kita jalankan. Oleh karena itulah maka harapan kalau memang itu dari Jawa Timur ya notice yang dari sana seperti kayak apa kita tindak lanjutin. Selama tidak ada notice ya, mungkin itu bagian dari peringatan buat kita supaya lebih hati-hati seperti itu," sambung Anam.

Sementara itu, penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-29, Selasa (19/5), total sudah sebanyak 40.207 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Jumlah itu mencapai 91 persen dari total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya sebanyak 44.080 jemaah musim haji 1447 H/2026 M.

Total rencana pemberangkatan itu terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

"Alhamdulillah, operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya terus berjalan lancar dan kondusif. Sinergi antarpetugas terus diperkuat agar jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak masuk asrama hingga keberangkatan menuju Tanah Suci," katanya.

(frd/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |