Jakarta, CNN Indonesia --
Pimpinan Fraksi Gerindra di DPRD Jember, Jawa Timur, menjelaskan alasan anggotanya, Achmad Syahri As Siddiqi bermain gim sambil merokok saat rapat paripurna beberapa waktu lalu.
Aksi dia terekam video dan menjadi viral. Belakangan Syahri mengakui dan disidang DPP Gerindra di Jakarta pekan lalu.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono menerangkan dari penjelasannya Syahri mengaku main gim karena lupa memberi makan sapi online di permainan simulasi pertanian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat menanyakan alasan yang bersangkutan bermain gim, katanya lupa belum memberi makan sapi-sapi dalam permainan gim pertanian," kata Hanan Kukuh usai rapat fraksi di DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (18/5) dikutip dari Antara.
Menurutnya, fraksi juga memastikan persoalan tersebut telah ditindaklanjuti secara internal karena Syahri merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra dan yang bersangkutan telah menjalani sidang etik di Majelis Kehormatan Partai (MKP) di Jakarta dengan keputusan yang dijatuhkan berupa peringatan keras dan terakhir.
"Kami akan tegak lurus terhadap hasil keputusan tersebut. Kalau ada kesalahan yang serupa dilakukan oleh Syahri tentu sanksi yang lebih berat yakni pemberhentian sebagai anggota DPRD Jember," katanya.
Ia menjelaskan pembinaan tidak hanya diberikan kepada Achmad Syahri, namun akan diberlakukan untuk seluruh anggota Fraksi Gerindra di DPRD Jember apabila melakukan pelanggaran serupa.
Sementara itu, Syahri tidak terlihat menghadiri dua agenda rapat paripurna DPRD Jember pada Senin siang yakni Raperda tentang Penetapan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Jember tahun 2026 dan paripurna tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Reses I tahun 2026.
Syahri memberi kabar kepada anggota DPRD Jember yang lain bahwa dirinya sedang tidak enak badan, sehingga tidak bisa hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Sebelumnya anggota DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi yang viral karena rekaman video dirinya merokok sambil bermain gim di ponselnya ketika rapat di DPRD Jember, mengaku menyesali perilaku itu dan menyampaikan permohonan maaf.
Ia mengaku khilaf ketika melakukan hal tersebut di tengah-tengah rapat formal yang membahas masalah kesehatan di Komisi DPRD Jember dan mengaku baru pertama kali ia lakukan.
"Saya cukup menyesal sekali, menyesal sekali berbuat seperti itu dan tidak akan mengulangi," katanya.
Meski sudah meminta maaf, sanksi peringatan keras dari Partai Gerindra tetap dijalankan dan sanksi kelembagaan dari DPRD Jember masih menunggu Badan Kehormatan (BK).
(antara/kid)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
7

















































