Banjir di Situbondo: 300 Ha Sawah Terdampak, Satu Warga Hilang

5 hours ago 2

Surabaya, CNN Indonesia --

Sebanyak 300 hektare sawah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terdampak banjir luapan yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3).

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, dampak kerusakan kali ini jauh melampaui banjir yang terjadi pada 21 Januari 2026 lalu.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan), ratusan hektare sawah yang didominasi tanaman padi kini mengalami kerusakan signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banjir bandang kedua pada Sabtu (7/3) kemarin lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari lalu dan dampaknya cukup signifikan. Data sementara luasannya sekitar 300 hektare," kata Rio, Selasa (10/3).

Rio menyebut, peningkatan skala kerusakan terlihat jelas di Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Jika pada banjir Januari lalu lahan yang terdampak hanya seluas 5,5 hektare, maka banjir susulan pekan lalu mengakibatkan area terdampak meluas berkali-kali lipat.

Rio menjelaskan, kondisi ini menjadi pukulan telak bagi para petani. Pasalnya, banyak dari mereka baru saja memulai kembali masa tanam setelah sawahnya rusak setelah banjir Januari lalu.

"Saat ini petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi, terus banjir lagi," ujarnya.

Menyikapi banjir yang terus berulang, Pemkab Situbondo menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk segera berkoordinasi dengan lintas instansi untuk melakukan penanganan, yakni dengan normalisasi aliran sungai yang tersumbat.

Banjir luapan menerjang wilayah barat Kabupaten Situbondo sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) dini hari. Dalam kejadian itu dua orang warga dinyatakan hilang terseret arus.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan banjir tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Situbondo sejak Sabtu sore. Hal ini menyebabkan debit air meluap ke ribuan permukiman warga di enam kecamatan.

"Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan beberapa wilayah di bagian barat Kabupaten Situbondo mengalami banjir akibat meluapnya debit air pada pukul 18.00 WIB," kata Satriyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3).

Berdasarkan data BPBD Jatim, setidaknya dua orang dilaporkan hilang terseret arus banjir di wilayah Kecamatan Jatibanteng. Yakni Tohari (40) warga Desa Patemon dan Jaelani warga Desa Sumberanyar.

Salah satu di antaranya, yakni Tohari ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Lubawang, Desa Bloro, Kecamatan Besuki, Selasa (10/3). Sementara satu korban lain masih dalam pencarian.

(frd/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |