Update Bencana Sumatra 6 Januari: Korban Meninggal 1.178 Orang

1 day ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan jumlah korban meninggal dalam bencana hidrometeorologi banjir bandang hingga longsor di tiga provinsi Sumatra--Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari melaporkan jumlah korban meninggal kini total menjadi 1.178 jiwa, per Selasa (6/1).

Sementara itu, jumlah pengungsi yang turun menjadi 242.174 jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan rincian kabupaten/ kota yang paling banyak jumlah pengungsinya hingga saat ini, yaitu Aceh Tamiang 74.735 jiwa, kemudian Aceh Utara 67.876, dan Gayo Lues 19.906 jiwa," jelas Muhari dalam jumpa pers yang disiarkan YouTube BNPB, Selasa (6/1).

Muhari mengatakan ditemukan satu jenazah tambahan oleh tim gabungan di Tapanuli Tengah.

Dengan rincian korban meninggal dunia per provinsi, Aceh 543 jiwa, Sumatra Utara 371 jiwa, dan Sumatra Barat korban meninggal 264 jiwa.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung hingga fase tanggap darurat provinsi yang nanti dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga pada 8 Januari mendatang.

Per Selasa ini, di Aceh terdapat sembilan Kabupaten/Kota yang masih dalam status perpanjangan tanggap darurat, sementara sembilan lainnya telah beralih ke fase transisi darurat, yaitu di Aceh Timur.

"Jadi ini kita harapkan pergeseran dari tanggap darurat ke transisi darurat itu juga akan diikuti oleh Kabupaten/ Kota lain pada saat perpanjangan tanggap darurat nya berakhir," ujar Muhari.

Sementara Sumut dan Sumbar kini seluruhnya sudah masuk ke fase transisi darurat, termasuk Kabupaten Agam (Sumbar) yang per hari ini menetapkan masuk ke status transisi darurat.

"Artinya memang proses-proses yang kita lakukan di fase awal recovery dan pemulihan ini sudah mulai dilakukan di seluruh kabupaten/ kota di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, dan kita harapkan juga nanti di Aceh juga akan mengikuti," ujar Muhari.

Pemulihan infrasruktur

Muhari mengatakan, untuk pemulihan infrastruktur menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Sebanyak 1.693 alat berat beroperasi di tiga provinsi. Di Aceh ada 1.004 unit alat berat, Sumatera Utara 346 unit, dan Sumatera Barat 343 unit alat berat untuk pembersihan, pembukaan akses jalan, dan normalisasi sungai.

"Ini dominan selain untuk pembersihan, dan pembukaan akses jalan juga dioptimalkan untuk normalisasi sungai dan pendalaman aluran terutama di titik-titik yang memang dalam dua-tiga minggu terakhir, itu menjadi sumber luapan ketika terjadi hujan intensitas sedang atau durasi lama," ujar Muhari.

Sedangkan untuk pemasangan jembatan Bailey, Muhari mengatakan saat ini mencapai 12 unit terpasang dari total 27 unit, enam unit dalam proses pemasangan, dan sembilan unit dalam proses penggeseran material ke titik-titik yang akan direncanakan.

(kna/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |