Jakarta, CNN Indonesia --
Tim Pengawas Haji DPR masih menemukan permasalahan terkait pelayanan kesehatan untuk jemaah haji.
Ketua Tim Pengawas Haji DPRb Cucun Ahmad Samsurijal mengatakan sejatinya pemerintah pada tahun ini masih membuka satelit pelayanan kesehatan di setiap pemondokan jemaah haji.
Satelit tersebut bisa dikunjungi jemaah saat menghadapi kegawatdaruratan dengan kondisi kesehatan mereka sebelum di bawahb ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Aziziyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelayanan kesehatan untuk jemaah Indonesia juga sudah dikerjasamakan dengan rumah sakit swasta di Saudi.
"Namun, kita masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan obat dan distribusi ke setiap sektor, distribusi ke setiap satelit yang ada. Karena di satelit juga kita menggunakan tenaga-tenaga dokter kloter yang melekat dari daerahnya," katanya di Mekah, Senin (Kamis (21/5).
Cucun mengatakan permasalahan itu akan menjadi catatan Timwas Haji.
"Ini catatan, kalau sekarang sudah akan pindah nanti di tahun depan itu ke Kepala Pusat Kesehatan Haji di Kementerian Haji, kita ingin pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat itu betul-betul maksimal," katanya.
Meski demikian, Cucun mengatakan penanganan dan pelayanan kesehatan haji tahun ini sudah menunjukkan perbaikan.
Hal itu salah satunya ditopang oleh semangat tenaga kesehatan dalam melayani jemaah yang sakit.
Pelayanan kata Cucun diberikan 24 jam penuh.
Selain semangat tenaga kesehatan, minimnya masalah gangguan kesehatan jemaah juga menjadi indikasi bahwa pelayanan kesehatan haji baik.
"Itu juga didukung kesadaran jemaah untuk terus memeriksakan dirinya, untuk mengontrol dirinya tentang tensinya, kemudian juga kondisi kesehatan setiap hari di satelit ini yang di pusat pelayanan kesehatan di setiap sektor itu terus berjalan," katanya.
(agt)
Add
as a preferred source on Google

16 hours ago
4
















































