Temuan Awal Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon: Reaktor Pipa Pecah

10 hours ago 5

Serang, CNN Indonesia --

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten memaparkan dugaan penyebab ledakan di pabrik kimia PT Merak Chemicals Indonesia (PT MCCI), Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5).

Berdasarkan temuan awal, ledakan di pabrik kimia itu disebabkan oleh pecahnya pipa keluaran reaktor di pabrik MCCI.

"Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, diketahui telah terjadi pecahnya pipa keluaran reaktor pada proses produksi PT MCCI," ujar Wawan Gunawan, Kepala DLHK Provinsi Banten, Selasa, (26/05).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pipa pecah tersebut mengandung air yang bercampur bahan kimia. Hal ini diduga penyebab aroma menyengat di sekitar lokasi pabrik, hingga ada warga yang mengeluhkan sesak nafas.

Bahan kimia itu biasa digunakan untuk pembuatan tekstil hingga botol plastik.

"Mengandung campuran air dan terephthalic acid, yaitu bahan baku purified terephthalic acid (PTA) yang umum digunakan sebagai bahan dasar tekstil, botol plastik, dan produk turunannya," terangnya.

DLHK Banten juga telah menurunkan tim untuk memantau kualitas udara dan lingkungan disekitar pabrik kimia PT MCCI, Kota Cilegon, Banten.

Mereka bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi ledakan.

"DLHK Provinsi Banten turut melakukan koordinasi lapangan bersama dalam rangka penanganan kejadian dan pengamanan area terdampak," jelasnya.

Ledakan di PT MCCI terjadi Senin (26/5) siang sekitar pukul 12.30 WIB, saat sebagian karyawan sedang beristirahat.

Ledakan itu kemudian menimbulkan kepulan asap putih dan bau menyengat yang dihirup masyarakat sekitar perusahaan.

Perusahaan kimia yang memproduksi Purified Terephthalic Acid (PTA) sebagai bahan baku industri tekstil dan poliester itu meminta maaf ke seluruh masyarakat terdampak.

Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), Dimas Saputro mengatakan pihak manajemen akan bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang menimpa masyarakat.

"Jadi kita memang harus bertanggung jawab kepada masyarakat," jelasnya.

(ynd/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |