CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 10:29 WIB
Ilustrasi. Status tanggap darurat banjir dan longsor di Sumut berakhir. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Medan, CNN Indonesia --
Status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara (Sumut) resmi berakhir pada 31 Desember 2025.
Pemerintah Provinsi Sumut kini menetapkan status transisi tanggap darurat bencana ke pemulihan pasca-banjir dan longsor dengan fokus pada pemulihan akses, penyiapan hunian, dan normalisasi infrastruktur dasar.
"Penanganan bencana terus kita lakukan, tanggap darurat ini berakhir pada 31 Desember 2025, dan kita memasuki masa transisi, kita doakan masa transisi bisa berjalan dengan lancar dan cepat," kata Wakil Gubenur Sumatera Utara (Sumut), Surya, Kamis (1/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kabupaten kota di Sumatera Utara sejak 24 hingga 26 November 2025. Kemudian Gubernur Sumatera Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumut pada 27 November-10 Desember 2025.
Lalu status tersebut diperpanjang pada 11-24 Desember 2025. Dan diperpanjang kembali pada 24- 31 Desember 2025 dengan pertimbangan dampak bencana yang luas dan kondisi korban yang belum sepenuhnya bisa dibiarkan berjuang sendiri pascabencana.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Sumut per 1 Januari 2026, tercatat 366 orang meninggal dunia dan 60 orang lainnya masih hilang. Bencana tersebut menyebabkan 1.803.549 jiwa terdampak di 19 kabupaten/kota, dengan 14.430 jiwa yang mengungsi.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan korban meninggal dunia tersebar di beberapa kabupaten/kota terdampak, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 127 orang meninggal dunia dan 37 orang hilang.
Kemudian Tapanuli Selatan sebanyak 89 orang meninggal dunia dan 20 hilang. Sibolga 55 orang meninggal dunia dan korban hilang sudah ditemukan semua. Lalu di Tapanuli Utara 36 meninggal dan hilang 2 orang. Humbang Hasundutan 10 orang meninggal dan 1 orang hilang.
"Proses pendataan masih terus dilakukan di lapangan, terutama di wilayah dengan akses yang sempat terputus akibat longsor dan banjir bandang. Tim gabungan BPBD kabupaten/kota bersama TNI-Polri masih melakukan verifikasi data, termasuk kemungkinan adanya perubahan jumlah korban," ujarnya.
(fnr/dal)

10 hours ago
2

















































