Pramono Ungkap Alasan Jalan Daan Mogot Selalu Banjir saat Hujan

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan utama Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, kerap dilanda banjir meski curah hujan tidak tinggi.

Menurutnya, posisi jalan yang berada lebih rendah dari Kali Mookervart membuat kawasan tersebut hampir pasti tergenang saat hujan turun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa selalu banjir? Karena jalannya di bawah permukaan Sungai Mookervart. Jadi diapakan saja kalau kemudian hujan, curah hujan enggak perlu sampai dengan 200, 100 saja tempat ini pasti sudah banjir," ujar Pramono ketika meninjau pembangunan pompa Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2).

Meski saat ini DKI Jakarta tidak diguyur hujan, Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap bersiaga menghadapi potensi curah hujan tinggi, terlebih di titik-titik langganan banjir.

Menurut Pramono, salah satu penanganan jangka pendek ialah dengan memasang tiga pompa stasioner di Daan Mogot, yaitu di KM 13, 13A, dan 13B.

"Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik, dan itu pun mobile. Sekarang dengan pompa yang stasioner yang tetap akan ada di sini, kapasitasnya menjadi tujuh kali, kurang lebih 7.000 liter per detik," ujarnya.

"Kami berharap dengan penanganan itu secara jangka pendek akan teratasi persoalan banjir yang ada di Daan Mogot KM 13 ini," sambungnya.

Selain itu, Pramono menyebut akan menuntaskan proyek penanganan banjir yang mangkrak sejak 2022. Ia menargetkan penyelesaian rumah pompa stationer dan penataan kawasan Daan Mogot KM 13 rampung secara keseluruhan pada 2027.

"Termasuk di tempat ini dari tahun 2022. Mudah-mudahan tahun 2027 selesai secara keseluruhan mengatasi banjir dan sekaligus adalah rumah pompa yang stasioner di tempat ini yang tadi saya sebutkan KM 13, 13A, 13B selesai semua. Sekaligus ini akan menyelesaikan banjir di Daan Mogot KM 13," ujarnya.

Sedangkan penanganan jangka menengah hingga panjang, Pramono mengaku tengah mempertimbangkan pembangunan flyover di kawasan tersebut.  Ia meminta Dinas Bina Marga untuk menghitung ulang rencana flyover dengan perkiraan panjang lebih dari dua kilometer (km).

"Kalau mau menengah panjang maka dibuat flyover. Karena di tempat ini enggak mungkin, begitu curah hujan 100 saja Sungai Mookervart ini pasti akan melimpah ke jalan yang ada di Daan Mogot," ucapnya.

Lebih lanjut, Pramono memastikan pihaknya tetap melanjutkan normalisasi sungai di antaranya Ciliwung, Cakung Lama dan Krukut, yang saat ini telah berjalan.

"Kami tetap melakukan normalisasi, baik itu normalisasi Ciliwung, normalisasi Cakung Lama, dan Krukut. Dan sekarang sudah dimulai," kata dia.

"Saya bersama dengan Kementerian ATR/BPN akan menyelesaikan pembebasan lahan yang memang apa, belum terselesaikan dan sekaligus membagikan apa, istilahnya apa ya? Sertifikatnya. Itu kami lakukan agar penyelesaian jangka menengah untuk banjir di Jakarta bisa tertangani secara baik," ujar Pramono menambahkan.

(fra/nat/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |