Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap keprihatinannya soal kondisi demokrasi di Indonesia saat ini dalam pengarahannya kepada kader dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 sekaligus Rakernas I PDIP, Sabtu (10/1).
Politikus muda PDIP Saiful Mujab mengatakan Megawati mengibaratkan demokrasi Indonesia saat ini seperti senam poco-poco.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun nanti sikap partai secara resmi akan disampaikan dalam penutupan Rakernas hari Senin besok, tapi Bu Mega sudah memberikan hint sedikit: 'Kok demokrasi kita tuh kayak Senam Poco-Poco ya?'," kata Mujab dalam jumpa pers Rakernas hari kedua, Minggu (11/1).
Pernyataan itu disampaikan Mujab sekaligus merespons pertanyaan soal sikap partainya terkait wacana pilkada tidak langsung atau melalui DPRD. Menurut dia, secara resmi sikap PDIP akan disampaikan pada penutupan Rakernas besok.
Sejumlah elit PDIP telah menolak tegas wacana tersebut.
Mujab menilai pilkada tak langsung tak akan otomatis menjawab masalah politik uang dalam pemilu.
"Jadi PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih," katanya.
Oleh karenanya, kata Mujab, Megawati menilai demokrasi laiknya senam poco-poco, yang gerakannya didominasi gerakan maju mundur. Padahal, menurut Mega, demokrasi mestinya harus selalu bergerak maju.
"Bagi Bu Mega yang namanya dan PDI Perjuangan yang namanya demokrasi itu harus maju ke depan," katanya.
Mujab berkata rakernas akan menjadi momentum untuk mengkaji lebih jauh soal usul pilkada via DPRD. Pada prinsipnya, lanjutnya, demokrasi harus selalu mengedepankan kedaulatan dan aspirasi masyarakat.
"Sehingga kami melihat sekarang ini momen di mana kita mengkaji kembali apakah pilkada ini harus langsung atau tidak langsung ... Dan kami rasa sikap resminya akan disampaikan di penutupan Rakernas besok," ujarnya.
(fra/thr/fra)

9 hours ago
2

















































