Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi mengungkap fakta terbaru terkait insiden taksi listrik Green SM tertemper KRL jurusan Cikarang-Jakarta di Bekasi Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan sebelum kejadian, mobil yang dikemudikan RPP mati secara mendadak di perlintasan sebidang. Kemudian, RPP berusaha keluar dari kendaraannya.
"Pada saat dibawa, itu kendaraan mati di perlintasan sebidang jalur kereta api. Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, kata Budi, transmisi kendaraan juga berpindah ke posisi 'parking'. Sopir kemudian mematikan kendaraan dan akhirnya bisa membuka jendela.
"Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online. Sehingga sopir ini bisa keluar [dari kaca], selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir," tutur Budi.
Budi menyebut soal penyebab mobil taksi listrik itu mati secara mendadak, masih didalami oleh penyidik dengan melibatkan Puslabfor dan KNKT.
"Ini masih didalami, apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Ini masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel. Tim ini masih bekerja untuk mendalami," ujarnya.
Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden bermula dari mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL yang melintas. Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.
Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.
Respons Green SM
Pihak Green SM sendiri mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait selama investigasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Barat.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman."
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tulis pihak Green SM.
(dis/har)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4
















































