Pemprov NTB soal Nobar Pesta Babi Dibubarkan: Nama Filmnya Tidak Elok

9 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merespons aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan kawan-kawan di sejumlah kampus di Mataram.

Pembubaran nobar film Pesta Babi pertama terjadi di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram pada Senin (27/4). Kemudian pembubaran serupa dilakukan pihak rektorat Universitas Mataram (Unram) pada Kamis (7/5) dan rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram pada Jumat (8/5).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) NTB Surya Bahari mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Undikma dan Unram terkait pembubaran nobar film tersebut. Menurut dia, langkah pembubaran dilakukan pihak kampus karena mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibiarkan kan nanti dampaknya luar biasa kalau memang dibiarkan. Kami dengan Undikma sudah koordinasi dengan rektoratnya. Jadi koordinasi intern saja dulu," ujar mantan Sekretaris DPRD NTB itu, Senin (11/5), dikutip dari detikBali.

Surya mengatakan Pemprov NTB belum mengeluarkan larangan khusus terkait pemutaran film tersebut di tengah masyarakat. Namun, ia menyarankan untuk menunda pemutaran film secara berkelompok atau terbuka.

"Jadi bukan enggak ada larangan secara khusus. Tapi ditunda dulu. Kita khawatirkan dampaknya. Untuk larangan belum ada instruksi dari pusat ya," ujarnya.

Menurut Surya, judul film Pesta Babi terkesan tidak elok di tengah masyarakat. Ia meminta pihak yang ingin menggelar pemutaran secara terbuka untuk menundanya terlebih dahulu.

"Menyebut nama film itu aja kan lain kesannya. Tidak elok aja gitu ya," katanya.

Surya juga mengaku akan berkoordinasi dengan Detasemen Polisi Militer IX/2 Mataram dan Polda NTB untuk menentukan apakah pemutaran film karya Dandhy Laksono tersebut perlu dilarang atau tidak.

"Kami sampaikan juga ke Denpom IX/2 Mataram seperti apa sebenarnya film tersebut. Karena kan judulnya kurang bagus bagi saya. Saya juga belum nonton ya," ujarnya.

Surya mengklaim ingin menonton film tersebut terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan resmi terkait isi film tersebut.

"Nanti saya minta filmnya baru kita buat pernyataan resmi ya. Kalau ada larangan di kampus kan itu masih intern kampus saja," tegas Surya.

Sebelumnya Rektor Universitas Mataram Sukardi buka suara terkait pembubaran mahasiswa yang memutar film Pesta Babi di depan Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada Kamis malam (7/5).

Menurut Sukardi, pembubaran dilakukan karena penyelenggara tidak memberikan informasi detail mengenai rencana kegiatan, termasuk jenis kegiatan dan jumlah peserta yang akan terlibat dalam nobar tersebut.

"Jadi kami untuk antisipasi ketertiban dan pembubaran penonton dilakukan setelah jumlah masa yang berkumpul sangat banyak termasuk yang bukan mahasiswa Unram," katanya.

Sukardi mengklaim pada saat yang sama mahasiswa Fakultas Teknik Unram juga menggelar nobar film yang sama dan tidak mendapat teguran dari pihak rektorat.

"Jadi pembubaran dilakukan murni karena alasan ketertiban dan bukan untuk membungkam berekspresi. Jadi dengan kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi buat kita semua untuk perbaikan penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Unram," ujarnya.

(fra/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |