Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Komisi II DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun mengingatkan Presiden Prabowo Subianto usai menyebut masyarakat desa tak menggunakan dolar dalam merespons pelemahan kurs rupiah.
Komarudin mengtakan meski masyarakat di desa tak menggunakan dolar untuk kebutuhan sehari-hari, pelemahan rupiah akan berdampak langsung terhadap mereka.
Menurut dia, pelemahan rupiah merupakan masalah mendasar yang akan mudah dipahami masyarakat di desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini, kan berpengaruh pada harga barang akan naik," ujar Komar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Dia menjelaskan, dengan kenaikan dolar terhadap rupiah, barang-barang kebutuhan pokok, seperti BBM, minyak, elektronik, gandum, hingga makanan-makanan di kafe juga akan ikut naik.
Apalagi, kata Komarudin, masyarakat di desa saat ini juga banyak terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor. Oleh karena itu, dia menyebut pernyataan Presiden kurang tepat.
"Jadi saya pikir tidak tepat karena itu sangat mempengaruhi sektor-sektor lain. Kalo harga BBM naik, semua harga barang pasti akan naik," ujar Komarudin.
Anggota Komisi DPR bidang politik dan pemerintahan itu menilai kehidupan masyarakat desa saat ini tak lagi bisa disamakan dengan zaman dulu. Sebab, masyarakat di desa kini memiliki mobilitas yang sama dengan masyarakat di daerah perkotaan.
"Rakyat sekarang dan dulu kan beda. Kalau dulu tidak ada informasi di luar informasi pemerintah. Katakanlah Orde Baru, hanya satu saja informasi, TVRI. Jadi kita tidak ada sumber lain, kalau kita sekarang kan sumber informasi hari ini peristiwa terjadinya jarum jatuh di Eropa, orang Indonesia tahu, orang kampung lebih tau dari saya mungkin," ujarnya.
Prabowo sebelumnya menyebut anjloknya nilai tukar rupiah tidak berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di pedesaan yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok.
Hal itu disampaikan Prabowo di sela-sela peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Mulanya dia menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.
"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujarnya.
(thr/fra)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
4















































