Kolaborasi PU dan Hutama Karya Pulihkan Akses Tarutung-Sibolga

12 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Konektivitas ruas Tarutung-Sibolga di Provinsi Sumatera Utara terus dijaga agar aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar. Pemulihan pascabencana dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya (Persero) pada jalan nasional Tarutung-Sibolga, termasuk penanganan titik kritis di kawasan Batu Lubang.

Penanganan difokuskan pada titik putus STA 16+050 yang sebelumnya mengganggu akses utama warga. Secara keseluruhan, koridor Tarutung-Sibolga berada dalam penanganan darurat jasa rancang bangun jalan dan jembatan sepanjang 60,40 kilometer, dengan total 103 titik penanganan yang tersebar di sepanjang ruas.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan konektivitas dilakukan sejak awal kejadian bencana melalui balai-balai teknis di seluruh provinsi. Ia menyampaikan BPJN dan BWS menjadi garda terdepan untuk memastikan akses transportasi dan konektivitas antarwilayah segera pulih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana, kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga berlaku di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kita upayakan hadir secepat mungkin," ujar Menteri Dody dalam Media Briefing di Kementerian PU, Jumat (16/1).

Pada titik rawan Batu Lubang, penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan jangka pendek dan jangka panjang. Akses sementara tetap dijaga agar lalu lintas warga tidak terputus, sementara desain penanganan permanen telah disiapkan sejak awal.

Salah satu opsi yang direncanakan adalah realinyemen jalan untuk menghindari jalur Batu Lubang, sekaligus mencegah potensi kemacetan dan gangguan berulang di masa mendatang.

Selama masa transisi pemulihan, pembukaan dan pembersihan akses juga dilakukan di Ruas 2 STA 16+800 dan STA 19+225 guna memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Di luar Batu Lubang, penanganan di sepanjang koridor Tarutung-Sibolga mencakup 76 titik longsor tebing, 22 titik jalan amblas, dan 5 titik jalan putus. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan mutu pekerjaan, penanganan dibagi ke dalam dua zona, yakni Zona 1 dengan 42 titik dan Zona 2 dengan 61 titik penanganan, sesuai prioritas kondisi lapangan.

Di antara titik yang menjadi perhatian, pemulihan pada lokasi longsor di Desa Simaninggir difokuskan pada penanganan akses sepanjang kurang lebih 1 kilometer, agar keterhubungan menuju Sibolga dapat kembali terjaga secara bertahap.

Upaya di Simaninggir turut diperkuat melalui mobilisasi alat berat yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, yakni empat unit excavator, satu unit vibro, dan satu unit dozer. Penanganan dilakukan dengan pendekatan bertahap, karena kondisi lapangan masih dipengaruhi faktor cuaca dan karakter tanah yang dinamis.

Dari sisi lalu lintas, ruas ini sebelumnya melayani volume kendaraan yang tinggi. Berdasarkan data lalu lintas harian rata-rata (LHR), kendaraan yang melintas sebelum bencana tercatat sekitar 16.362 kendaraan.

Angka ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pemulihan akses, terutama untuk memastikan aspek keselamatan, kelancaran arus kendaraan, serta kesiapan segmen ketika kembali difungsikan secara lebih luas.

Seorang warga bernama Abdul (44) di sekitar lokasi penanganan menyampaikan pemulihan akses yang dilakukan sejak Hutama Karya hadir telah membantu mempercepat pergerakan warga.

"Saya pribadi sih alhamdulillah, banyak perkembangan dan banyak yang dibantu sejak HK datang. Akses jalan yang sebelumnya tertutup, sejak HK datang alhamdulillah orang bisa lewat. Kegiatan kehidupan sehari-hari sudah bisa normal lagi," ujarnya.

Dampak pemulihan pada titik-titik rawan seperti Batu Lubang tidak semata diukur dari terbukanya akses, melainkan dari kembalinya ritme keseharian warga yang bergantung pada kelancaran jalur utama.

Ketika jalur kembali berfungsi, distribusi kebutuhan dasar menjadi lebih tertata, keterhubungan layanan publik berangsur membaik, dan pergerakan ekonomi lokal dapat berjalan lebih wajar karena waktu tempuh lebih terprediksi serta beban logistik dapat ditekan.

Pada kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan Hutama Karya akan terus mendukung kolaborasi dengan Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana, terutama pada titik-titik yang langsung berdampak pada mobilitas warga.

"Prioritas utama adalah memastikan akses kembali aman. Kerja bersama lintas pihak perlu dijaga agar pemulihan berjalan dengan tepat waktu agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat," tutupnya.

(ory/ory)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |