Jakarta, CNN Indonesia --
Basarnas Kota Padang, Sumatera Barat, mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Sungai Asam, Jorong Pasar Rabaa, Nagari atau Desa Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (2/1) malam.
Koordinator Lapangan Basarnas Padang Atta Priyono di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan 17 warga dievakuasi ke Masjid Nurul Huda Koto Kaciak dan rumah keluarga.
"Mereka kami evakuasi ke lokasi yang aman dari banjir," katanya, Sabtu (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan 17 warga yang dievakuasi atas nama Iswarti (73), Melda (41), Diva (17), Wafiq (17), Suprizal (62), Wahyu (38), Eva Susanti (41), Eza Putri (22), Sumardi (56). Setelah itu Iyat (52), Rayyan (7), Balqis (13), Iwid (41), Hernida (51), Masyahara (15), Tiara (17) dan Ita Dani (45).
"Mereka kami evakuasi setelah terjebak banjir akibat meluapnya Sungai Asam dengan ketinggian 50-80 centimeter," katanya.
Ia menambahkan evakuasi 17 warga tersebut setelah mendapatkan laporan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Agam bahwa telah terjadi banjir di Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya.
Mendapatkan laporan itu, Basarnas beserta PMI Agam langsung menuju lokasi untuk mendatangi setiap rumah tergenang banjir agar pemilik keluar rumah untuk evakuasi. Evakuasi warga menggunakan tali karena arus banjir cukup deras melanda daerah itu.
"Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut dan warga terdampak telah kita evakuasi," kata Atta Priyono.
Ia menambahkan banjir mengenangi puluhan rumah di Pasar Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, akibat meluapnya Sungai Asam setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Jumat (2/1) siang.
Warga sekitar diimbau untuk berhati-hati banjir susulan saat curah hujan cukup tinggi.
Banjir di Padang
Sementara itu, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, salah satunya kawasan Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, Kota Padang.
Kantor Pertolongan dan Pencarian (SAR) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
"Proses evakuasi terus dilakukan bagi warga yang terjebak musibah banjir di Padang menggunakan perahu karet," kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik di Padang, Sabtu.
Ia menjelaskan proses evakuasi menggunakan perahu karet itu berlangsung dramatis, ketika personel mendatangi rumah warga.
Sebab, warga tidak bisa ke mana-mana akibat tingginya genangan air di lingkungan pemukiman sehingga mereka bertahan di rumah.
Warga terpaksa bertahan karena tidak memungkinkan menembus genangan air yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan diri masing-masing.
"Setelah dievakuasi dari rumah, warga tersebut langsung dibawa oleh personel ke tempat yang lebih aman," katanya.
Proses evakuasi terus dilakukan oleh Tim SAR Padang hingga Jumat (2/1), sekitar pukul 22.00 WIB.
Setelah di kawasan Tabiang Banda Gadang, tim melanjutkan evakuasi ke perumahan Hannah Asri, Lubuk Buaya Padang yang juga terdampak banjir.
Banjir di Kota Padang itu dipicu tingginya curah hujan sejak Jumat (2/1) pagi yang mengakibatkan sungai-sungai meluap hingga air menggenangi pemukiman, sedangkan ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Pihaknya mengimbau warga tetap waspada banjir.
Proses evakuasi berlangsung di berbagai lokasi di Kota Padang, di antaranya kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang, Pasar Lalang Belimbing, dan Pauh.
Evakuasi tidak hanya dilakukan oleh personel SAR Padang, akan tetapi juga BPBD Padang, Satpol-PP, TNI, Polri, Komunitas Siaga Bencana (KSB), Dubalang Pemkot Padang, relawan, Pramuka, dan lainnya.
(antara/isn)

14 hours ago
3

















































