Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi telah menangkap terduga pelaku pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman di Cilegon, Banten. Kasus tewasnya anak Maman yang baru berusia 9 tahun ini terjadi pada pertengahan Desember lalu.
Peristiwa itu pertama kali diketahui saat Maman menerima panggilan telepon dari anak keduanya, D yang terdengar panik dan meminta pertolongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat kabar tersebut, ayah korban segera meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan dan menuju rumah. Setibanya di rumah dan membuka pintu, ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan hebat.
Setelahnya, korban langsung segera dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi bersama saksi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Spesialis pencuri rumah mewah
Pria berinisial HA (31) yang menjadi terduga pelaku pembunuhan tersebut diketahui merupakan spesialis pencurian yang menyasar rumah mewah.
"Pelakunya spesialis curat ya, pencurian dengan pemberatan, rumah kosong. Sasarannya rumah yang bagus," ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Cilegon, Sabtu (3/1).
HA diamankan aparat saat diduga melakukan aksi pencurian di rumah eks anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, pada Jumat (3/1).
HA sendiri diketahui merupakan seorang karyawan swasta di Cilegon. Ia merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di Perumahan Bumi Rakata, Cilegon.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Cilegon mengaku belum mengetahui pasti apakah ada tersangka lain atau tidak. Ia meminta awak media dan masyarakat menunggu hingga pemeriksaan selesai.
"(Ada tersangka lain) mudah-mudahan enggak ada ya," jelasnya, Sabtu (3/1).
Belasan luka di tubuh
Anak Maman ditemukan bersimbah darah di lantai satu rumah mewahnya pada 16 Desember 2025. Korban diketahui mengalami 19 luka di tubuhnya akibat senjata tajam dan benda tumpul.
Kendala penyelidikan
Polisi sempat mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena sejumlah kendala, di antaranya kamera CCTV di rumah korban yang sudah tidak berfungsi sejak 2023 serta tidak adanya petugas keamanan di lingkungan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari anggota keluarga korban hingga para tetangga. Hingga saat ini, total 18 saksi telah dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan tersebut.
(lom/fea)

1 day ago
3
















































