Jakarta, CNN Indonesia --
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat total ada 70 anak yang terpapar paham ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy sejak Januari 2025 hingga Januari 2026.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan puluhan anak tersebut tergabung dengan komunitas media sosial penyebaran ideologi kekerasan ekstrem seperti True Crime Community (TCC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adapun sebaran wilayah yang teridentifikasi sebagai member group True Crime Community, ada 70 anak di 19 provinsi," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (7/1).
Ia merincikan provinsi terbanyak berada di wilayah DKI Jakarta dengan total 15 orang anak. Kemudian disusul wilayah Jawa Barat dengan 12 anak dan Jawa Timur 11 anak.
Mayndra mengatakan dari total 70 anak tersebut sebanyak 67 diantaranya telah dilakukan intervensi berupa konseling, pemetaan dan asesmen dari pelbagai stakeholder di wilayah masing-masing.
Sementara berdasarkan kategori umur, ia menyebut, pelaku berusia 11 sampai 18 tahun dan didominasi oleh pelajar berusia 15 tahun. Mayndra mengatakan salah satu pemicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini, salah satunya yakni akibat perundungan.
"Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat, jadi di luar sekolah," tuturnya.
(tfq/isn)

1 day ago
5
















































