Banjir Tangerang Meluas, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat

4 hours ago 5

Tangerang, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang meluas.

Kepala BPDB Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik menjelaskan penetapan status tanggap darurat bencana tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penanganan dan pemantauan banjir yang meluas hingga merendam 24 kecamatan.

"Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan luasan bencana banjir," kata Taufik kepada wartawan, Rabu (14/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan kembali melanda wilayah Kabupaten Tangerang.

"Jadi pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG," kata Taufik.

Taufik menyebut penanganan banjir akan dilakukan lebih komprehensif, terutama menyoal pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak serta penguatan koordinasi lintas sektor guna meminimalisir risiko bencana.

"Status tanggap darurat ini berlaku hingga penanganan bencana banjir ini selesai teratasi," ujarnya.

Menurut Taufik, Ketinggian banjir di sejumlah wilayah terus meningkat akibat tingginya curah hujan dan meluapnya sejumlah aliran sungai.

Banjir masih merendam sejumlah wilayah di 24 kecamatan dengan ketinggian antara 60 sentimeter hingga 2 meter. Ada pun jumlah warga terdampak, sebanyak 50.000 jiwa.

"Jadi bukan perkembangan positif. Tapi perkembangannya air justru lebih tinggi, lebih parah," katanya.

Puluhan warga terserang penyakit

Puluhan warga Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai terserang penyakit akibat banjir yang tak kunjung surut selama tiga hari.

Pantauan CNNIndonesia.com, posko kesehatan didirikan di masjid di Perumahan Taman Cikande pada hari ini. Posko Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang itu melayani pemeriksaan kesehatan dan penyediaan obat-obatan.

Puluhan warga datang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang disediakan petugas medis.

Seorang warga bernama Eka mengaku, mengeluhkan sakit kepala, pegal linu, hingga gatal-gatal pada kulit sejak banjir merendam rumahnya.

"Mungkin karena kecapean, saya kan angkatin barang di rumah itu sendirian, saya udah enggak tahan sama sakitnya," ujar Eka di posko kesehatan.

Sementara itu, Petugas medis di Posko Kesehatan, Samsul Bahri mengatakan, posko tersebut telah didirikan sejak Rabu pagi. Hingga siang, sekitar 30 warga telah mengunjungi pusat pelayanan kesehatan tersebut.

"Rata-rata warga mengeluhkan sakit kepala, batuk, pilek dan gatal-gatal," ujar Samsul.

Menurutnya, layanan puskesmas keliling tersebut merupakan langkah rutin yang dilakukan Dinkes Kabupaten Tangerang untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat saat terjadi bencana banjir.

Di sisi lain, sejumlah korban Banjir di Perumahan Taman Cikande mendirikan tenda pengungsian secara mandiri.

Puluhan warga mendirikan tempat pengungsian. Sebagian warga lainnya tampak sedang mengevakuasi diri beserta barang-barang berharganya.

"Banjir sudah berlangsung tiga hari, hingga kini bantuan belum kami terima," ujar Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande, Victor Silaen.

Victor menyebut banjir di wilayahnya terus meluas hingga meredam 10 RT di 2 RW. Akibatnya, sebanyak 222 keluarga terdampak dan mulai meninggalkan rumah masing-masing untuk mengungsi.

"Kita membangun tenda pengungsian secara swadaya sekaligus bisa digunakan untuk dapur umum," katanya.

Atas kondisi tersebut, Victor berharap adanya distribusi bantuan berupa sembako, obat-obatan dan perahu evakuasi yang memadai dari pemerintah daerah setempat.

"Bantuan perahu karet untuk evakuasi pun belum ada, dari kemarin kita pakai perahu bambu. Hingga saat ini, kami masih menunggu kehadiran pemerintah," ujarnya.

(fra/dod/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kerja Bersama | | | |