Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 556 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 1.858 jiwa terdampak banjir yang terjadi di wilayah Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (15/5) malam.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martantono mengatakan banjir berdampak terhadap permukiman warga di tiga kecamatan, yakni Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.
Ia menjelaskan banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan areal sungai tidak dapat menampung debit air yang berlebih, dan meluap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kecamatan Tugu, ada setidaknya 313 KK atau 1.252 orang di Kelurahan Mangkang Kulon yang terdampak banjir, termasuk mengakibatkan satu orang hanyut atas nama Maryam (70), dan masih dalam pencarian.
Di Kecamatan Ngaliyan, ada di kelurahan terdampak, yakni Kelurahan Purwoyoso sebanyak 146 KK atau lebih dari 273 orang, serta Kelurahan Bambankerep sebanyak 16 KK atau 49 jiwa.
Sedangkan di Kecamatan Semarang Barat, ada empat kelurahan terdampak banjir, yakni Kelurahan Kaljbanteng Kidul sebanyak 22 KK atau 60 jiwa, kemudian Kelurahan Kembangarum sebanyak 59 KK atau 224 jiwa, serta korban patah tulang bernama Wahyu Adi Kristanto.
Di Kelurahan Kalibanteng Kulon, banjir menggenangi 25 rumah di Jalan Jembawa RT 06/RW 01, serta di Kelurahan Krapyak di RT 01, RT 02, RW 03, dan RW 09.
Saat ini, banjir di sejumlah wilayah tersebut sudah berangsur surut dan telah dilakukan pembersihan material lumpur sisa banjir, serta penyaluran bantuan logistik.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa bantuan sosial berupa kebutuhan dasar dan logistik bagi korban terdampak banjir telah disalurkan.
"Bantuan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung," katanya mengutip Antara, Sabtu (16/5).
Sejak banjir terjadi, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama personel gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak.
Ia mengatakan pembersihan material lumpur, normalisasi saluran, penyedotan genangan, hingga pendataan warga terdampak dilakukan secara intensif agar kondisi segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Bantuan yang telah disalurkan meliputi 60 paket makanan siap saji, 140 paket lauk pauk siap saji, 25 lembar kasur, 10 lembar tenda gulung, 10 paket family kit, serta 8 paket perlengkapan anak (kids ware).
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5















































